|
Sirsak memang ampuh. Berikut sejumlah keampuhan yang lama disembunyikan industri farmasi di barat. |
Setiap kali berkemih, Sri Haryanto menahan nyeri yang luar biasa. Urine menetes perlahan seperti air keluar dari kran yang tersumbat.
Kejadian itu menimpa Sri Haryanto pada malam hari. ‘Biasanya jam 9 malam saya mulai bolak-balik ke kamar mandi,’ kata Sri. Dalam semalam ia bisa 5 kali lebih ke kamar mandi. Ia tak tahan lagi menahan sakit, sehingga herbalis di Yogyakarta itu mendatangi rumahsakit terdekat untuk dikateter. Padahal, waktu sudah pukul 02.00 dinihari. Setelah dikateter, ia merasa lebih lega. Namun, keesokan malamnya urine masih tetap mampat.
|
|
Lima belas tahun silam, Dr Jerry McLaughlin, dari Universitas Purdue, Amerika Serikat, berkelana ke Garut, Jawa Barat. Bersama para mahasiswanya Jerry mengumpulkan daun sirsak, mengeringkan, lalu menerbangkan ke Amerika. Riset yang dilakukannya bersama Prof Soelaksono Sastrodihardjo dari ITB, Bandung, mengungkap sirsak sebagai antikanker. Ketika itu, sepanjang 1995 - 1996, Soelaksono begitu sibuk. Entomolog dari Departemen Biologi, Institut Teknologi Bandung, itu menangani proyek Bank Dunia yang tengah meriset daun sirsak. ‘Ketika itu saya direktur di Pusat Antar Universitas Ilmu hayati. Semua bahan alami dikumpulkan atas nama ITB. Sebetulnya sirsak juga banyak di Amerika Selatan, tapi akses McLaughlin ke sana mungkin lebih sulit,’ kata Soelaksono kepada wartawan Trubus Endah Kurnia Wirawati. |
‘Selamat ya, sudah hamil.’ Yanti Sumiati bertubi-tubi menerima ucapan itu dari rekan kerja, tetangga, dan saudara pada Mei 2010. Perutnya membesar. Banyak orang menerka ia hamil 5 bulan. Hati Yanti justru remuk‑redam. Sebab, bukan janin dalam kandungan, tetapi kanker serviks yang merenggut nyawa seorang perempuan setiap 4 menit.
Yanti Sumiati mengetahui kanker serviks itu ketika ia memeriksakan diri di sebuah klinik di Warungbuncit, Kotamadya Jakarta Selatan. Bagian bawah perut sakit, ‘Seperti ditusuk-tusuk, nyeri sekali,’ kata perempuan kelahiran Bogor, Jawa Barat, 20 Agustus 1978 itu. Rasa sakit menjalar ke kaki kiri. Kondisi itulah yang mendorong Yanti bergegas ke dokter spesialis kandungan dan kebidanan, dr Slamet Zaeny SpOG, pada 6 Mei 2010.
|
Acetogenins sejatinya merupakan kumpulan senyawa aktif dalam daun sirsak. Periset dari Sekolah Farmasi Purdue University, Jerry L McLaughlin serta Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung, Prof Soelaksono Sastrodihardjo PhD menemukan beberapa senyawa aktif yang termasuk dalam acetogenins. Beberapa di antaranya adalah muricatocins A, muricatocins B, annonacin A, trans-isoannonacin, annonacin-10-one, dan muricatocin.
|
|
Mardiana meringis kesakitan. Punggungnya terasa panas dan kerongkongan kering sehingga tidak bisa menelan setelah 3 hari mengonsumsi air rebusan daun sirsak.
Semula perempuan 62 tahun itu senang bukan kepalang. Dari media cetak ia mendapat informasi daun sirsak bisa mengobati kanker getah bening yang kini tengah menderanya. Kebetulan di dekat rumah tinggalnya di Jakarta Utara, daun sirsak mudah diperoleh. Ia langsung merebus 10 lembar daun sirsak dalam 3 gelas air hingga tinggal 1 gelas dan meminumnya. Dalam sehari Mardiana melakukan ritual itu 3 kali: pagi, siang, dan sore. Artinya 30 lembar setara 3 gelas air rebusan daun sirsak setiap hari masuk ke dalam tubuhnya.
|
|
dr Paulus Wahyudi Halim Med Chir meresepkan daun sirsak kepada para pasien 19 jenis kanker sejak 9 tahun lalu. ‘Kondisi mereka membaik,’ kata dokter ahli bedah dan kanker alumnus Universitas Degli Studi Padova, Italia, itu. Penyakit maut itu memberi isyarat dengan sederhana, sekujur tubuh sering sakit dan pegal. ‘Bila capai sedikit gampang masuk angin dan sakit perut,’ kata Rustiani. Namun, makin hari kondisi Rustiani kian parah. ‘Seluruh badan terasa sakit seperti ada binatang yang mengoyakngoyak,’ kata perempuan 42 tahun itu. Tak tahan lagi menanggung siksa itu, Rustiani memeriksakan diri ke dokter di sebuah rumahsakit di Bandung, Jawa Barat. |
“Semula saya bukan orang yang percaya herbal, tapi melihat keampuhan daun sirsak mengatasi kanker, saya kini percaya herbal,” kata Hendarlin.
Bentuk kepercayaan Hendarlin terhadap herbal antara lain dengan menanam sirsak Annona muricata di halaman depan dan belakang rumahnya. Sembilan pohon beragam umur itu tumbuh subur. Selain untuk keperluan sendiri, ia juga memberikan daun tanaman anggota famili Annonaceae itu kepada kerabat dan tetangga. Hendarlin sendiri yang menanam bibit sirsak yang kini tumbuh 1 - 1,5 meter.
|
“Oeekk…!!!” Muntah berupa kotoran itu puncak derita Dharma Adhi. Dua belas hari kesulitan buang air besar, dokter memvonis Dharma menderita kanker usus.
Dharma Adhi, sebut saja demikian namanya, mulai mengeluhkan sembelit sejak Oktober 2009. Mula-mula frekuensi buang air besar berkurang, dan tak tuntas. “Seolah masih ada yang mengganjal dan tersisa,” tutur ayah 2 anak itu. Kian hari bahkan ia tidak dapat berhajat sama sekali. Dua pekan berlalu, perut Dharma pun membuncit.
|
Riset menunjukkan acetogenins pada daun sirsak mampu menggempur sel kanker payudara. Dua perempuan ini membuktikan.
Ditemui di rumahnya, perumahan Kodam, Bintaro, Tangerang, Yoan tampak sumringah. Ia seakan tak peduli dengan kanker payudara yang menderanya. Setiap pagi ia tak pernah absen berjalan kaki mengelilingi kompleks. Aktivitas lain tetap dijalani seperti biasa. Pantas kalau para tetangga tidak mengira perempuan kelahiran Nanggroe Aceh Darussalam 45 tahun silam itu mengidap penyakit mematikan.
|
|
|