User:  Pass:        Forgot Password? Username?   |   Register
Ternyata "Alien" Sudah di Bumi Membaur dengan Manusia PDF Print
Lifestyle
Ilmuwan Bulgaria menyatakan, alien atau makhluk luar angkasa sudah ada di bumi di antara kita. Mereka bahkan mengklaim sudah membuat kontak dengan makhluk cerdas di luar bumi itu. 

“Alien sudah ada di antara kita, dan mengawasi kita sepanjang waktu,” kata ilmuwan Bulgaria, Lachezar Filipov, kepada media Bulgaria. 

Mereka mengaku bekerja untuk memecahkan serangkaian simbol kompleks yang dikirimkan ke mereka. Kini mereka sedang mengerjakannya. Hal itu dikatakan oleh ilmuwan dari Space Research Institute milik Pemerintah Bulgaria. 

Mereka mengklaim telah menjawab 30 pertanyaan yang telah dikirim alien. Lachezar Filipov, Wakil Direktur Space Research Institute dari Bulgarian Academy of Sciences, mengonfirmasi hasil riset itu. 
 
Facebook 101: 25 Tips and Tricks PDF Print
Lifestyle
Written by Lee bains, Tom Samiljan, Thomas Houston, etc   
Chances are, if you're not on Facebook already, then you're likely to be getting on it pretty soon. Whether it's your kids or your next door neighbor (or those old friends you just reunited with at your high school reunion), folks around you have been hounding you to sign up, set up a profile, and start "social-networking" with all your friends, and their friends, and so on. Truth is, social-networking sites such as Facebook (and MySpace, Bebo, LinkedIn, etc) are increasingly turning into the first place people go when they get on the Internet, as these services offer e-mail, chat, music players, photo sharing, and so much more beyond just staying in touch with your Friends. 
 
10 Tips for Dealing With Family on Facebook PDF Print
Lifestyle
Written by Chriss Morris   

 It's probably the scariest friend request you'll ever get: Your mom (or dad... or, God forbid, grandparent) has joined Facebook – and they want to connect. Sure, you love them – and you're happy they're embracing the digital age – but do you really want to keep them that informed about what you're up to?

 
Venesia Yang Punah PDF Print
User Rating: / 1
PoorBest 
Lifestyle
Written by Cathy Newman   

Kota air ini dikunjungi banyak wisatawan, namun ditinggalkan penduduknya.

Tak ada tempat lain di Italia—tempat malapetaka berhiaskan langgam rokoko dan disulam dengan sifat blak-blakan—di mana situasi krisis bisa dibingkai seelok Venesia. Bukan daratan bukan pula lautan, tetapi suatu tempat nan berkilau di antara keduanya. Kota itu mengapung laksana fatamorgana dari laguna di atas Laut Adriatik. Selama berabad-abad, kota itu terancam hilang ditelan gelombang acqua alta, yakni banjir berkala tiada henti yang diakibatkan oleh peran serta pasang naik dan fondasi yang terus terbenam, tetapi itu bukanlah masalah utama.

 
Air Bersih Jakarta PDF Print
Lifestyle
Written by Titania Febrianti   

Bagaimana lagi cara memenuhi kebutuhan air bersih di Ibu Kota?

Di gang-gang yang sempit di daerah Pademangan Timur Jakarta Utara ini, sedang dijajakan salah satu air termahal di dunia.

“Harganya antara 37 ribu rupiah hingga 75 ribu rupiah per meter kubik. Tak ada orang di dunia yang membayar air 7 Dolar AS per meter kubik,” ujar Firdaus Ali dari Badan Regulator PAM DKI Jakarta saat saya temui di kantornya. Ia mengucapkan kata-kata tersebut dengan perlahan, penuh tekanan.

 
Atap Hijau PDF Print
Lifestyle
Written by Verlyn Klinkenborg   

Sebuah gagasan menakjubkan sedang berkembang di kota-kota seluruh dunia. Berhektare-hektare ruang hijau potensial dibangun di atas kepala.

 Jika bangunan-bangunan tiba-tiba menyembul dari tanah laksana jamur, atap-atapnya akan ditutupi lapisan tanah dan tetumbuhan.

Tentu saja bukan begitu cara manusia membangun. Kita biasanya mengeruk tanah, mendirikan bangunannya, lalu menudunginya dengan lapisan kedap hujan, hampir pasti dengan atap. Menarik jika dikatakan bahwa bentang atap setiap kota di planet ini merupakan gurun buatan manusia. Kebenarannya bahkan lebih kejam. Bentang atap perkotaan seperti neraka kecil. Tempat tanpa kehidupan dengan permukaan aspal, perbedaan suhu yang besar, angin kencang, dan tidak tembus air.

 
Yellowstone PDF Print
User Rating: / 4
PoorBest 
Lifestyle
Written by Joel Achenbach   

Pada 29 Agustus 1870, seorang letnan Angkatan Darat berusia 30 tahun Gustavus Doane, anggota ekspedisi penjelajahan kawasan Yellowstone di wilayah teritori Wyoming, dengan susah-payah mendaki ke puncak Gunung Washburn di atas Sungai Yellowstone. Sambil memandang ke selatan, dia menyadari ada sesuatu yang hilang dari bentang Pegunungan Rocky, yaitu pegunungan. Dalam rentang berkilo-kilometer, satu-satunya ketinggian hanya ada di kejauhan, mengurung lembah berhutan yang amat luas. Bagi Doane, hanya ada satu cara untuk menjelaskan mengapa tak ada pegunungan di Pegunungan Rocky. “Lembah besar itu,” begitu tulisnya, “dulunya adalah kawah besar gunung api yang sekarang sudah tak ada lagi.”

 
Jalur Cepat Menuju Masa Depan PDF Print
Lifestyle
Written by Don Belt   

Sebuah jalan raya besar yang menghubungkan empat kota utamanya menyatukan India Kuno dan Modern dalam pertentangan nilai.

Jalan raya nasional India yang baru, yang sebagian terdiri dari campuran batu dan aspal, sebagian lagi batu bata kuning, memotong Bangalore dan melintasi selatan India, membawa bersamanya harapan besar satu milyar orang dari Laut Arab hingga Teluk Bengala. Di pusat kota Bangalore roda-roda kendaraan berhenti sesaat, di sebelah kuil Hindu setinggi 15 meter yang penuh dengan hiasan, tempat di mana setiap malamnya seorang lelaki kecil berpembawaan riang dan berkacamata tanduk bernama R. L. Deekshith, imam sang kuil, memberikan pelayanan agama Hindu di pinggir jalan. Keahliannya adalah sebuah ritual bernama puja, yang dilakukannya dengan menyebarkan keagungan dewa Ganesha di hadapan parade kendaraan yang baru saja dibeli—mobil, truk, SUV, sepeda motor, dan becak motor, terkadang bersamaan dengan sepeda atau gerobak sapi—pemilik-pemiliknya tidak akan pernah berpikir untuk melaju di jalan tanpa mendapatkan restu dari dewa riang bertangan empat dengan kepala seekor gajah yang membawa kemakmuran dan nasib baik, khususnya bagi mesin dan mereka yang bepergian dengan menaiki sesuatu yang baru.
 
Hilangnya Malam Kita PDF Print
Lifestyle
Written by Verlyn Klinkenborg   
Bagi kita, malam tampak jelas seperti yang dilihat makhluk nokturnal. Hanya saja, kita makhluk diurnal, dengan mata yang tercipta untuk beradaptasi pada kehidupan di bawah cahaya matahari.

Andaikan manusia sungguh-sungguh merasa nyaman dengan hanya diterangi cahaya bulan dan bintang-bintang, niscaya kita bakal mampu beraktivitas dalam kegelapan dengan gembira. Bagi kita, dunia tengah malam akan tampak sama jelasnya  seperti yang dilihat oleh beragam makhluk nokturnal di planet ini. Hanya saja, kita adalah makhluk diurnal, makhluk siang, dengan mata yang tercipta untuk beradaptasi pada kehidupan di bawah siraman cahaya matahari. Ini adalah fakta evolusioner yang mendasar, walaupun sebagian besar dari kita tidak lagi menganggap diri kita sebagai makhluk diurnal dibandingkan kita menganggap diri kita sebagai primata atau mamalia ataupun makhluk Bumi. Meski begitu, hanya fakta itulah yang mampu menjelaskan tentang apa yang telah kita lakukan pada sang malam: Kita telah merekayasa malam dengan mengisi cahaya ke dalamnya agar malam menerima diri kita.
 
Langit Hitam dalam Malam Kelam PDF Print
User Rating: / 1
PoorBest 
Lifestyle

Kehitaman ideal warna langit memungkinkan para ahli bintang menerobos kegelapan malam dan, yang terpenting, dapat merekam sinyal-lemah temaram cahaya bintang.

Komplek Peneropongan Bintang Bosscha di Bukit Lembang, terletak pada pada bukit memanjang dari barat ke timur pada ketinggian 1.300 meter di atas permukaan laut, sepanjang 300 meter dan lebar 200 meter, di atas batuan geologis yang kokoh. Lereng bukit ke arah selatan mempunyai kemiringan terjal hampir tajam sebesar 60 derajat. Di sebelah utaranya ada celah dengan kemiringan yang relatif kurang tajam dan menyembulkan jalan untuk mencapai bukit tersebut. Pada waktu didirikan pada akhir tahun 1920-an, komplek tersebut, yang ditandai dengan menonjolnya sebuah kubah putih berbentuk setengah bola yang mengkilap berdiameter 15 meter, tampak kontras dengan hijaunya lingkungan.

Sangat ideal buat keperluan pengamatan astronomi yang selalu mendambakan penginderaan obyek lemah-cahaya, observatorium itu terletak di ketinggian 600 meter di atas kota Bandung—kota terbesar dan paling maju di Jawa Barat. Di sebelah utara Bandung terdapat desa kecil Lembang yang berpenduduk enam ribu orang dan dikelilingi lahan pertanian, perkebunan, dan peternakan. Sejauh mata memandang ke arah barat dan timur tiada apapun kecuali perbukitan hijau tanpa perumahan.
 
Terkucil dari Masyarakat Lain PDF Print
Lifestyle
Written by Cynthia Gorney   

Suku Tarahumara dari Meksiko berhasil menghindari para penakluk dari Spanyol pada abad ke-16. Namun, apakah mereka mampu menghadapi serangan kehidupan masyarakat modern?

Setiap bintang di angkasa malam adalah seorang Indian Tarahumara yang jiwanya—pria memiliki tiga dan wanita memiliki empat, karena wanita adalah penghasil kehidupan baru—semuanya, pada akhirnya, sirna. Hal-hal inilah yang diceritakan oleh para ahli antropologi dan para pendeta tentang kepercayaan suku Tarahumara, yang menyebut diri mereka Rarámuri, yang tinggal di dalam dan di atas ngarai-ngarai Sierra Madre Occidental di Meksiko, di sebelah utara, dan ke situlah lima abad yang silam mereka menyelamatkan diri dari serbuan bangsa Spanyol. Orang-orang Spanyol itu bukan saja memiliki senjata api dan kuda, tetapi juga janggut yang tidak nyaman dipandang mata; dari kehadiran bangsa Spanyol inilah muncul kata chabochi dalam bahasa Rarámuri, yang sampai sekarang berarti orang luar, yaitu orang yang bukan orang Tarahumara. Chabochi sesungguhnya bukan ejekan, melainkan hanya cara untuk membedakan diri dari dunia luar. Terjemahan harfiahnya, yang ibaratnya mengacu pada hubungan saat ini antara masyarakat Tarahumara dan masyarakat Meksiko abad ke-21, adalah “orang yang wajahnya disembunyikan di balik sarang laba-laba.”
 
Memburu Hantu Nansen PDF Print
Lifestyle
Written by Peter Miller   
THOMAS ULRICH YANG PERTAMA MELIHAT BENDA ITU. Warnanya putih bersih laksana awan mulus yang memanjang di cakrawala dengan satu garis gelap. Bayangan yang melintasi garis itu menyingkap rahasianya. Bayangan tersebut bergerak—benda itu adalah awan—tetapi garis itu tidak bergerak.

“Rasanya saya melihat daratan,” kata Ulrich kepada Børge Ousland, rekan seperjalanannya selama enam pekan terakhir ini dalam memburu kenangan tentang dua penjelajah terkenal yang melintasi Arktika. Dimulai dari Kutub Utara, pasangan itu berski sejauh 974 kilometer ke titik ini di lepas pantai utara Daratan Franz Josef, yakni kepulauan Siberia yang terpencil tempat Fridtjof Nansen dan Hjalmar Johansen berlindung pasca upaya mereka mencapai Kutub pada 1895.
 
Pelarian Korea Utara PDF Print
Lifestyle
Written by Tom ONeill   
Bagi mereka yang kabur dari tanah airnya yang brutal, bahaya di sepanjang 3.000 kilometer lebih wilayah China hanya sebuah awal. Tantangan berikutnya: memulai hidup baru.

Sebuah hari yang dingin di bulan November menekan jendela-jendela gedung apartemen yang lusuh di Yanji, China, 16 kilometer dari perbatasan Korea Utara. Suara langkah-langkah kaki berhenti di depan sebuah pintu, tiga lantai di atas. Mendengar suara tersebut, dua perempuana muda bergegas menuju ruangan belakang dan meringkuk di dinding. Kemudian, terdengar suara ketukan. Kedua perempuan yang merupakan pelarian dari Korea Utara itu menundukkan kepala, bersiap menerima yang terburuk. Apabila polisi China mendapati mereka tanpa kartu identitas, mereka akan dideportasi dalam keadaan diborgol dan dirantai. Sekembalinya ke Korea Utara, mereka bakal dijatuhi hukuman kerja yang berat selama bertahun-tahun di dalam kamp penjara.
 
Evolusi Wayang PDF Print
User Rating: / 2
PoorBest 
Lifestyle
Written by Amin Pujanto   
Sejak didirikan 34 tahun lampau, tata ruang Museum Wayang nyaris tidak berubah. Kondisi di bagian dalam gedung yang terletak di jantung Kota Tua Jakarta itu suram dengan cat dinding yang mulai pudar kecemerlangannya. Debu terdapat hampir di mana-mana, melekat pada lemari kaca di mana koleksi-koleksi wayang dipajang. Kesuraman makin ditambah dengan penerangan lampu yang redup.

Pagi itu, sekitar 100 orang berlalu lalang di pelataran museum yang sekaligus menjadi pelataran Museum Fatahilah. Tidak ada alat bantu “navigasi” yang menandai keberadaan Museum Wayang agar mudah dikenali orang—misalnya dengan gambar kayon (gunungan). Masih beruntung, dari sekitar 100 orang pagi itu, ada sekitar 12 orang yang tertarik untuk masuk ke Museum Wayang. Jumlah tamu baru bertambah dua ketika Matahari tepat berada di atas langit Kota Tua.
 
Alasan Mengapa Facebook Haram PDF Print
User Rating: / 5
PoorBest 
Lifestyle

Sudah mucul wacana yang berasal dari ulama Jawa Timur bahwa Facebook diharamkan. Tentunya wacana ini agak mengagetkan para Facebooker di tanah air. Namun sebenarnya kita harus bisa intropeksi diri mengapa wacana ini bisa muncul.
Ada beberapa hal yang menyebabkan mengapa Facebook diharamkan:

 
<< Start < Prev 1 2 3 4 Next > End >>

Page 1 of 4
Adsense Indonesia
We have 97 guests online