Thursday, February 23, 2012
Follow us on Twitter
Home Around the Globe Natural Resources
Natural Resources
Bawang Merah Tingkatkan Produktivitas Karet

Luas lahan karet Indonesia, 2,3 - 3 juta hektar menjadi lahan karet terluas di dunia. Namun, produktivitas karet di Indonesia masih rendah, kalah dibanding Thailand dan Malaysia yang mendominasi pasar internasional.

Mahasiswa Departemen Hasil Hutan Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB) melakukan penelitian tentang penggunaan bawang merah sebagai stimulator produksi getah karet di perkebunan karet Deli Sewrdang, STM Hulu, Sumatera Utara.

 
Beras Untuk Nasi Goreng
Petani Mlatiharjo, Kabupaten Demak, sejak tahun 2003 mengembangkan padi varietas baru, di antaranya beras khusus untuk nasi goreng.

Lurah Mlatiharjo Hery Sugiartono saat ditemui di sela acara "workshop dan FGD Mengembangkan Kisah Sukses Penguatan Sistem Inovasi" di Semarang, Selasa (17/1/2012), mengatakan, pengembangan beras khusus nasi goreng tersebut karena untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

Tidak hanya beras khusus nasi goreng, tambah Hery, petani juga akan mengembangkan beras untuk kebutuhan rumah makan dan restoran elit.
 
Pertahankan Sumber Pangan Lokal
User Rating: / 1
PoorBest 

Potensi sumber pangan dari Indonesia beragam tersebar di berbagai daerah. Untuk bahan pokok sumber karbohidrat saja misalnya ada padi dengan aneka varietasnya, sagu, singkong, dan sebagainya. Tapi, kenapa masalah pangan dan malnutrisi masih sering terjadi?

Menurut Dr Arzyana Sunkar, peneliti masalah pangan dan etnobotani dari Institut Pertanian Bogor (IPB), hal tersebut karena belum adanya cara pandang yang benar mengenai pemenuhan kebutuhan pangan. Sehingga sumber bahan pangan yang variatif malah sering tidak dilirik padahal punya kandungan gizi yang tinggi.

"Situasi dan kondisi pangan di Indonesia saat ini masih tergantung kepada beberapa komoditi saja seperti sumber karbohidrat dengan nasi dan gandum, sumber protein dan vitamin yang terbatas, kurangnya ketersediaan benih lokal berkualitas untuk para petani, dan turunnya kualitas tanah karena eksploitasi berlebihan," kata Dr Arzyana Sunkar dalam simposium internasional Association for Tropical Biology and Conservation (ATBC) 2010 di Bali, Selasa (20/7/2010).

 
Konservasi Harus Pertimbangkan Manfaat

Peneliti LIPI dari UPT PKT Kebun Raya Cibodas, Dr. Didik Widyatmoko, Msc, mengkritisi penetapan spesies prioritas konservasi oleh International Union for the Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN), yang tidak memasukkan unsur kemanfaatan sebagai salah satu variabel.

Unsur kemanfaatan dinilai penting sebagai salah satu pertimbangan dalam menetapkan suatu jenis tumbuhan masuk dalam prioritas konservasi. Berdasarkan IUCN, semakin dekat dengan kepunahan, maka tingkat kelangkaan spesies semakin tinggi. "Tetapi tidak memasukkan unsur manfaat. Padahal, unsur manfaat ini penting. Untuk apa konservasi kalau tidak ada manfaatnya? Ke depannya, unsur komponen manfaat ini perlu dimasukkan," kata Didik, dalam jumpa pers di sela Workshop Penetapan Spesies Prioritas Konservasi Dipterocarpaceae & Thymelaeaceae, di Gedung Konservasi LIPI, Kebun Raya Bogor, Jawa Barat.

 
Lanskap Peredaran Pangan Laut
Written by PAUL GREENBERG   

Terlalu banyaknya penangkapan ikan di laut menjadi masalah perikanan saat ini. Para nelayan mengeruk 77,9 juta metrik ton hidupan liar dari laut setiap tahun. Hal ini dapat mengantarkan pada kepunahan perikanan di seluruh penjuru dunia dalam waktu dekat.

Terlalu banyaknya penangkapan ikan di laut menjadi masalah perikanan saat ini. Dengan menggunakan perahu-perahu kecil hingga kapal-kapal pukat raksasa berskala industri, para nelayan mengeruk 77,9 juta metrik ton hidupan liar dari laut setiap tahun.

 
Tragedi Minyak Teluk
User Rating: / 1
PoorBest 
Written by JOEL K. BOURNE, JR   

Delapan puluh kilometer dari tepi pantai, satu koma enam kilometer di bawah permukaan air di dasar laut, sumur Macondo memuntahkan minyak sebanyak yang ditumpahkan Exxon Valdez setiap empat hari sekali.

Pada suatu hari di bulan Juni yang terik di Houma, Louisiana, kantor BP setempat – sekarang menjadi Deepwater Horizon Incident Command Center- dipenuhi dengan laki-laki dan wanita berwajah serius yang mengenakan rompi berwarna cerah. Manajer senior BP dan konsultannya mengenakan pakaian putih, tim logistik memakai setelan oranye, pejabat federal dan lingkungan negara memakai warna biru. Pada dinding di "ruangan perang" terbesar, sejumlah layar video besar menampilkan peta tumpahan minyak dan lokasi kapal-pembersih.

 
Pengelolaan air di Indonesia berantakan

Air bersih di Indonesia tidak dikelola secara benar. Beberapa daerah mengalami kekeringan padahal menurut data yang ada daerah tersebut memiliki air tanah yang melimpah. Reboisasi tidak dilakukan di tempat yang tepat agar efeknya optimal. Akibatnya konservasi air bersih tidak bisa ditawar lagi.

Hal-hal tersebut diungkapkan oleh Dr. Ir. Hendarmawan M.Sc dari Lab Geologi Lingkungan dan Hidrogeologi Universitas Padjajaran pada saat Workshop Mendalami Masalah Pengelolaan Sumber Daya Air Tanah di Jakarta, Kamis(19/8).

 
Bencana Kekeringan Itu Melanda 29 Desa
Duapuluh sembilan desa di lima kecamatan di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, mengalami krisis air bersih dalam musim kemarau ini dan mereka sangat membutuhkan bantun.
Pelaksana Tugas (Plt) Kabag Kesra Setda Pemerintah Kabupaten Klaten, Suwardi, di Klaten, mengatakan, kekeringan terluas terjadi di Kemalang yang melanda 12 desa di kecamatan itu.
 
Preseden Buruk Sepanjang Sejarah
Kuasa Hukum KPK Mengadu kepada Presiden\
Hasil pemeriksaan Kepala Badan Reserse Kriminal Kepolisian Negara Republik Indonesia Komisaris Jenderal Susno Duadji oleh Inspektorat Pengawasan Umum Polri dipandang sebagai preseden terburuk sepanjang sejarah. Karena itu, perlu pemeriksaan ulang oleh tim independen.
Penilaian itu disampaikan Ahmad Rivai, anggota Tim Kuasa Hukum Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (nonaktif) Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah, Kamis (8/10) di Jakarta, sebelum menemui Kepala Rumah Tangga Kepresidenan Setia Purwaka. Kuasa hukum Bibit dan Chandra meminta waktu untuk bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait hasil pemeriksaan terhadap Susno itu.
 
Serbia yang Terbelah
Written by Chris Carroll   

Kosovo adalah penyesalan, Eropa adalah harapan.

Namun realitas pascaperang jauh dari kedamaian. Etnik mayoritas Albania kini menduduki puncak kekuasaan, sedangkan minoritas Serbia tergusur ke dasar. Pembunuhan warga sipil terus berlangsung dan arus pengungsian, kali ini warga Serbia, mengalir dari Kosovo yang bergunung-gunung, Kosovo yang dilanda perselisihan etnis endemik dan stagnasi ekonomi dan berukuran lebih kecil dibandingkan pusat kota Los Angeles.

 
<< Start < Prev 1 2 Next > End >>

Page 1 of 2


   

 

Tips and Info

Today's Quote

When you go to buy, use your eyes, not your ears.Czech Proverb

Latest News

Most Popular Articles

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday80
mod_vvisit_counterYesterday1045
mod_vvisit_counterAll days385470

We have: 10 guests online
Today: Feb 23, 2012

for life people and planet

| Environment | Geopolitics | Natural Resources | Climate Change | Lifestyle | Travel | Culinary |
| Healthy Ways | Community | Evolution | Science | Technology | Sumberdaya Alam |
| Lingkungan | Islam | Ilmu Pengetahuan | Hutan | Pertambangan | Pertanian | Perikanan | Kelapa Sawit |