|
Ilmuwan menemukan fosil lalat penghisap darah kelelawar. Lalat yang kemudian disebut lalat vampire ini telah lama menjadi parasit kelelawar dan berperan serta dalam menyebarkan malaria kelelawar selama 20 juta tahun. Fosil ini ditemukan di kawasan La Bucara, wilayah di gunung Cirdillera Septentrional di Republik Diminika. Fosil ditemukan di sebuah amber, resin pohon yang telah membatu yang biasanya menjebak serta mengawetkan serangga di dalamnya.
|
|
Ahli biologi dari Universitas California Los Angeles (UCLA), Amerika Serikat, menemukan gen PGC-1 penghambat proses penuaan lalat buah (Drosophila melanogaster). Gen ini meningkatkan aktivitas mitokondria: organ sel penghasil energi utama pengontrol pertumbuhan dan memberi tahu sel kapan hidup atau mati.
Asisten profesor biologi integratif dan fisiologi UCLA, David Walker, mengujikan |
Para arkeolog berhasil menemukan sarang semut raksasa yang begitu besar sehingga layak disebut megapolitan semut. Arkeolog menemukan sarang tersebut di wilayah Brasil.
Ilmuwan memercayai bahwa megapolitan itu menjadi tempat koloni semut terbesar di dunia yang pernah hidup. Namun, hingga sekarang belum diketahui mengapa kota itu ditinggalkan koloni semut yang membuatnya.
|
Racun pada lebah ternyata bisa digunakan untuk mendeteksi bom. Penggunaan teknologi dengan teknik ini segera dipatenkan.
Peneliti dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) menemukan ada fragmen protein dalam racun lebah, yang disebut bombitin, dapat mendeteksi bahan peledak, seperti TNT. Pada saat percobaan tim MIT melapisi bagian dalam tabung karbon dengan bombitin. Kemudian, tabung itu diletakkan di sekitar sampel udara yang diambil dari sekitar berbagai bahan peledak.
|
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
|
|
Page 1 of 13 |