Thursday, February 23, 2012
Follow us on Twitter
Home Around the Globe Climate Change
Climate Change
Peristiwa-peristiwa sejarah yang bertepatan perubahan iklim
Adakah hubungan antara perubahan iklim dengan peristiwa-peristiwa bersejarah? Para ahli mencari tahu.

Kemunduran kerajaan atau kekaisaran masa lalu seringkali dikaitkan dengan ketidakcakapan pemimpinnya atau serangan lawan. Namun, ada penelitian yang mencoba mencari hubungan antara perubahan iklim dengan berbagai peristiwa dalam sejarah. Ternyata ada beberapa peristiwa besar bertepatan dengan perubahan cuaca dan iklim.
 
India Fokus ke Pembangkit Listrik Tenaga Surya
 
Kerajaan yang Rapuh
 
Laut Nan Asam
User Rating: / 1
PoorBest 

 
Tahun 2500 Bumi Tak Layak Huni
 
Hutan Bakau Simpan Lebih Banyak Karbon
Hutan bakau ternyata menyimpan lebih banyak karbon dibanding kebanyakan hutan hujan tropis. Hal tersebut terungkap dalam hasil penelitian Center for International Forestry Research (CIFOR) dan USDA Forest Service.
 
Komitmen Negara Maju Semakin Berkurang
Pertemuan United Nation Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) berlangsung 3-8 April 2011 di Bangkok, Thailand. M Teguh Surya, Kepala Departemen Hubungan Internasional dan Keadilan Iklim Wahana Lingkungan Hidup Indonesia  sempat menghadiri pertemuan tersebut.

Pulang lebih awal dan hadir dalam diskusi bertema "Sejauh Mana Keadilan Iklim di Indonesia" bersama CSF, Kamis (7/4/2011),  Teguh berbagi informasi tentang pertemuan itu. Ia mengungkapkan, pertemuan tersebut hanya membawa satu kabar baik, sementara itu terdapat banyak kabar buruk.

Salah satu kabar buruk yang ada adalah semakin berkurangnya komitmen negara maju untuk menangani masalah perubahan iklim. "Kita lihat komitmen negara berkembang makin kuat, tetapi pada saat yang sama, komitmen negara maju justru semakin menurun," jelasnya.

Beberapa negara maju, di antaranya dari Eropa, mengatakan mustahil untuk memenuhi permintaan pengurangan emisi dan pendanaan. Alasan yang dipakai adalah adanya krisis dan bencana yang dialami, seperti banjir di Selandia Baru, dan suhu dingin ekstrem di Eropa.

Teguh bahkan mengatakan bahwa delegasi Jepang mengatakan menyerah. Sebagai dampak dari bencana nuklir di Fukushima, Jepang mungkin akan keluar dari penggunaan teknologi nuklir. Sebagai gantinya, kemungkinan besar negara itu akan beralih kembali ke bahan bakar fosil yang dilihat lebih visible.

Alasan negara maju itu, menurut Teguh, tidak bisa diterima. "Benar bahwa mereka mengalami bencana dan membutuhkan dana. Tetapi kalau dilihat, salah satu alasan adanya bencana itu adalah perubahan iklim," ungkapnya. Negara maju yang berbasis industri adalah penyumbang emisi terbesar.

Sejauh ini, Teguh menganggap bahwa pertemuan UNFCCC itu belum serius membahas upaya penanganan perubahan iklim dan justru berlarut-larut membahas agenda. Sementara itu, di tengah negara seperti Filipina yang berani tegas, Indonesia dinilai Teguh belum bisa bertindak banyak.

Ia mengatakan bahwa pertemuan di Bangkok itu hanya membawa satu kabar baik. "Hanya satu kabar baiknya. Indonesia mengusulkan dana tambahan. Indonesia menyatakan bahwa dana untuk penanganan perubahan iklim tidak diambil dari dana bantuan pembangunan negara berkembang," katanya. Kompas

 
Perubahan Iklim Jadi Kambing Hitam
Said Abdullah,aktvis dari Koalisi Rakyat untuk Ketahanan Pangan mengatakan bahwa banyak kebijakan pemerintah terkait upaya adaptasi perubahan iklim justru tidak tepat. Ia menyampikan hal tersebut dalam diskusi bertajuk "Sejauh Mana Keadilan Iklim di Indonesia?" yang diselenggarakan Forum Masyarakat Sipil Indonesia untuk Keadilan Iklim, Kamis (7/4/2011).
 
Tahun 2500 Bumi Tak Layak Huni
Pemanasan global, selain menyebabkan perubahan iklim, juga menaikkan suhu bumi rata-rata 0,2 derajat celsius per 10 tahun atau 2 derajat celsius dalam 100 tahun. Kenaikan suhu sebesar itu menyebabkan kenaikan permukaan air laut setinggi 20 sentimeter. Demikian diungkap Kepala Pusat Studi Energi (PSE) UGM, Prof Dr Jumina, di kantor PSE UGM, Sekip Yogyakarta, Senin (11/4/2011).
 
Indonesia Incar Dana Penanganan Iklim
Indonesia berupaya mendapatkan dana yang dapat digunakan untuk menangani dampak perubahan iklim yang saat ini tengah diincar oleh dunia. Saat ini, setidaknya negara-negara kelompok 20 ekonomi terbesar di dunia (G20) telah menghimpun dana sekitar 30 miliar dollar AS untuk menangani dampak perubahan iklim dunia.
 
Palung Terdalam Simpan Rahasia Iklim

 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 Next > End >>

Page 1 of 6


   

 

Tips and Info

Today's Quote

The only good is knowledge and the only evil is ignorance.Socrates (469 BC - 399 BC)

Latest News

Most Popular Articles

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday80
mod_vvisit_counterYesterday1045
mod_vvisit_counterAll days385470

We have: 14 guests online
Today: Feb 23, 2012

for life people and planet

| Environment | Geopolitics | Natural Resources | Climate Change | Lifestyle | Travel | Culinary |
| Healthy Ways | Community | Evolution | Science | Technology | Sumberdaya Alam |
| Lingkungan | Islam | Ilmu Pengetahuan | Hutan | Pertambangan | Pertanian | Perikanan | Kelapa Sawit |